28 Juta Orang Indonesia Alami Gangguan Jiwa, Berikut 7 Kelompok Paling Rentan
Table of content:
Masalah kesehatan mental menjadi isu serius di Indonesia, dengan sekitar 28 juta orang mengalami gangguan kejiwaan. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan dalam rapat kerja yang dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI, menunjukkan perhatian yang semakin meningkat terhadap kesehatan mental dalam masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, keterlibatan berbagai pihak seperti profesional kesehatan mental menjadi penting. Mereka berperan dalam memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai masalah ini dan potensi solusinya.
Memahami Angka Terkait Masalah Kesehatan Mental di Indonesia
Ketika angka 28 juta disampaikan, reaksinya bervariasi. Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Riati Sri Hartini, mendorong pemahaman lebih lanjut tentang data ini.
Ia menekankan bahwa penting untuk memahami konteks dari angka tersebut, termasuk definisi masalah kejiwaan yang digunakan. Data yang diambil dari tahun yang berbeda juga dapat memberikan gambaran yang berbeda tentang keadaan kesehatan mental di masyarakat.
Di samping itu, penting untuk mengevaluasi metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan angka tersebut. Hal ini akan berkontribusi pada akurasi dan keandalan informasi yang ada.
Kelompok Masyarakat yang Rentan Terhadap Masalah Kejiwaan
Riati mengidentifikasi beberapa kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mengalami gangguan kejiwaan. Pertama, anak dan remaja yang masih dalam fase perkembangan identitas dan emosi.
Mereka sering berhadapan dengan tekanan dari berbagai arah, termasuk dari lingkungan sekolah dan media sosial. Hal ini dapat memicu stres dan depresi yang serius jika tidak ditangani dengan baik.
Kedua, pekerja dalam kelompok usia produktif juga sangat rentan. Tuntutan dari pekerjaan serta masalah ekonomi bisa menyebabkan stres yang berkepanjangan dan berpotensi mengarah pada masalah kesehatan mental.
Penyebab dan Dampak dari Masalah Kesehatan Mental
Dalam analisis lebih dalam, perlu ada pemahaman akan faktor-faktor penyebab yang mendasari masalah ini. Salah satunya adalah faktor biologis yang lebih memengaruhi perempuan.
Perempuan sering kali menghadapi tekanan ganda dari kehidupan rumah tangga dan karir. Hal ini ditambah dengan potensi kekerasan psikologis yang mereka alami dalam relasi sosial.
Pengaruh ini menyebabkan perempuan lebih rentan terhadap masalah emosional dan kejiwaan. Mereka berpotensi mengalami depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria.
Pentingnya Kesadaran dan Pendidikan Tentang Kesehatan Mental
Meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental sangat penting untuk mengurangi stigma yang ada. Pendidikan tentang masalah kesehatan mental dapat membantu masyarakat memahami apa itu gangguan kejiwaan dan bagaimana cara mengatasinya.
Pendidikan ini tidak hanya kepada profesional kesehatan, tetapi juga kepada masyarakat umum. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat saling mendukung dan membantu mereka yang mengalami masalah kesehatan mental.
Kesadaran ini juga membuka peluang bagi individu untuk mencari bantuan tanpa rasa malu. Dengan demikian, program dan kebijakan yang bersifat afirmatif bisa diterapkan untuk mendukung kesehatan mental.








