6 Kebiasaan yang Menguras Energi termasuk Menunda dan Multitasking
Table of content:
Kekacauan visual di sekitar kita dapat memberikan dampak signifikan pada kesehatan mental dan emosional. Banyak orang tidak menyadari bahwa ruangan yang berantakan dapat membuat pikiran menjadi lebih sempit, berkontribusi pada kecemasan dan stres.
Psikolog klinis menjelaskan bahwa sebaiknya kita tidak mengabaikan efek yang ditimbulkan oleh lingkungan kita. Jika keadaan ini terus dibiarkan, masalah kecil dapat berkembang menjadi isu yang lebih besar dan lebih serius.
Salah satu cara untuk mengatasi kekacauan ini adalah dengan menghabiskan waktu untuk merapikan satu sudut ruangan. Meskipun tampak sepele, aktivasi ini dapat membantu menghadirkan kejelasan dan ketenangan dalam pikiran kita.
Langkah Sederhana Mengatasi Kekacauan di Lingkungan Kita
Merapikan ruang kerja atau ruang tinggal selama 30 menit dapat membantu mengurangi perasaan sesak di dalam pikiran. Dengan menciptakan lingkungan yang lebih terorganisir, kita memberi ruang bagi pikiran yang lebih tenang dan fokus.
Selain itu, mengaitkan aktivitas merapikan dengan hal yang menyenangkan dapat membuat proses ini lebih mudah. Menonton serial favorit atau menikmati camilan ringan saat merapikan dapat meningkatkan produktivitas dan menghilangkan rasa malas.
Tindakan kecil ini bisa jadi langkah awal yang penting untuk meningkatkan kesehatan mental. Dengan lingkungan yang terjaga, kita cenderung untuk merasa lebih positif dan termotivasi.
Mengatasi Kebiasaan Merenung yang Berlebihan
Kebiasaan merenung atau overthinking sering kali membuat kita terjebak dalam lingkaran kecemasan. Mengulangi peristiwa masa lalu atau membayangkan skenario buruk tidak menyelesaikan masalah, justru memperburuk keadaan.
Psikolog menyarankan untuk menerapkan teknik *cognitive diffusion*, yaitu memberi label pada pikiran yang muncul. Dengan menyebutnya “ini cuma kekhawatiran”, kita bisa menciptakan jarak emosional dari perasaan tersebut.
Penting bagi kita untuk mengenali kapan harus berhenti merenung. Mengalihkan perhatian atau melakukan aktivitas fisik bisa menjadi solusi efektif untuk membebaskan pikiran dari beban yang tidak perlu.
Pentingnya Mengurangi Keputusan Sehari-hari yang Sepele
Setiap hari kita dihadapkan pada banyak keputusan, mulai dari pakaian hingga makanan. Terlalu banyak membuat pilihan kecil bisa membuat energi mental menjadi terkuras habis.
Tindakan ini sering kali menyebabkan kebingungan dan kelelahan. Psikolog menyarankan agar kita mulai membagikan tanggung jawab dengan orang lain untuk meringankan beban pengambilan keputusan.
Misalnya, berbagi tugas di rumah tangga dengan anggota keluarga atau berbagi tugas di tempat kerja dapat membuat segalanya menjadi lebih ringan. Inisiatif ini dapat membantu mengurangi tekanan serta memberikan lebih banyak waktu untuk hal-hal yang lebih penting.
Menetapkan Batas Waktu dalam Mengambil Keputusan
Dalam upaya mengurangi kelebihan keputusan, penting untuk menentukan batas waktu dalam membuat pilihan. Misalnya, alokasikan waktu 5 menit untuk menentukan menu makan malam.
Ini dapat membantu mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memikirkan sesuatu yang sepele. Dengan menetapkan batas waktu, kita juga belajar untuk lebih cepat beradaptasi dengan keputusan yang diambil.
Ingat bahwa tidak semua keputusan perlu dirasa sempurna. Yang terpenting adalah mengurangi burden mental dari proses pengambilan keputusan agar lebih ringan dan efisien.








