Angin Kencang dan Banjir Terjang Jombang Pasuruan, Waspada Imbauan BNPB
Table of content:
Bencana hidrometeorologi baru saja melanda Jawa Timur, mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur dan memengaruhi kehidupan warga. Pada tanggal 3 hingga 4 Desember 2025, daerah seperti Jombang dan Pasuruan mengalami bencana yang diakibatkan oleh angin kencang dan banjir, memaksa pihak berwenang untuk mengerahkan upaya penanggulangan segera.
Kejadian tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak warga yang kini harus menghadapi kondisi sulit karena rumah dan usaha mereka terdampak serius.
Kondisi cuaca ekstrem ini bukanlah hal baru, tetapi intensitas serta dampaknya yang luar biasa membuat bencana ini mencolok. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera bertindak untuk meminimalisir dampak lanjutan dan memberikan bantuan kepada para korban.
Pertama kali, angin kencang terjadi di Kabupaten Jombang pada Selasa, 2 Desember 2025, sore hari. Kejadian ini menyebabkan enam unit rumah dan satu tempat usaha rusak di Kecamatan Tembelang dan Megaluh, meskipun beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat peristiwa ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menekankan pentingnya koordinasi antara BPBD dengan pemerintah desa. BPBD Kabupaten Jombang telah melakukan kajian cepat untuk membantu masyarakat melalui perbaikan rumah secara gotong royong.
Pemulihan Pasca Bencana di Jombang dan Pasuruan
Setelah kejadian angin kencang, BPBD Jombang segera melakukan langkah-langkah pemulihan. Koordinasi dengan pemerintah desa menjadi prioritas agar warga bisa segera memperbaiki kerusakan.
Abdul Muhari, dari BNPB, menyebutkan pentingnya edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana membangun rumah yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan di masa mendatang, mengingat perubahan iklim yang semakin nyata.
Sampai saat ini, tim BPBD Jombang masih melakukan proses pembersihan di area yang terdampak. Keberadaan tim ini sangat penting bagi masyarakat yang ingin kembali menjalani aktivitas sehari-hari dalam waktu dekat.
Curah Hujan yang Meningkat Membuat Risiko Banjir
Di sisi lain, pada hari yang sama, banjir di Kabupaten Pasuruan terjadi akibat hujan deras yang berlangsung selama dua jam. Hal ini menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang meluap, memperparah situasi bagi warga setempat.
Desa Tambakrejo di Kecamatan Kraton menjadi salah satu lokasi terparah dari bencana ini. Banyak warga yang terpaksa mengungsi dan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Banjir yang terjadi tidak hanya merusak rumah tetapi juga menggenangi areal pertanian. Kehilangan ini dapat berdampak lama bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian untuk kehidupan sehari-hari mereka.
Pentingnya Koordinasi Antar Instansi dalam Penanggulangan Bencana
Salah satu kunci keberhasilan dalam menangani bencana adalah koordinasi antar berbagai instansi pemerintah. BPBD bekerja sama dengan instansi lainnya untuk memberikan bantuan yang diperlukan dengan cepat dan efisien.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kesadaran dan pengetahuan mengenai bencana harus ditingkatkan agar warga tahu bagaimana cara bertindak ketika menghadapi situasi serupa.
Dengan adanya edukasi serta pelatihan yang tepat, diharapkan masyarakat bisa lebih siap dalam menghadapi bencana di masa depan. Penguatan struktur bangunan juga menjadi penting agar risiko kerusakan dapat diminimalisir.









