Polisi Kerahkan Alat Berat dan Tambah Personel Atasi Banjir di Aceh Utara
Table of content:
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo memastikan bahwa kepolisian terus berkomitmen untuk membantu warga yang terdampak banjir dan longsor di Aceh Utara. Dalam upaya ini, Polri tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga mempersiapkan kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan yang sebentar lagi tiba.
Dalam keterangannya, Dedi menyatakan bahwa Polri berkomitmen untuk memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menjelang Ramadan. Dukungan yang sedang diberikan adalah bagian dari tanggung jawab Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit.
Selain itu, Dedi menegaskan bahwa penting bagi Polri untuk melihat kondisi di lapangan guna mengetahui apa saja yang masih dibutuhkan masyarakat terdampak. Ini adalah langkah konkret untuk membantu mempercepat pemulihan di daerah yang terkena bencana.
Upaya Pemulihan dan Penyediaan Infrastruktur di Aceh Utara
Berdasarkan hasil peninjauan, Dedi menjelaskan bahwa ada sejumlah kebutuhan mendesak khususnya terkait logistik dan alat berat. Polri telah menerjunkan tujuh unit alat berat, terdiri dari ekskavator besar, ekskavator kecil, dan dump truck, untuk mendukung upaya pemulihan.
Alat berat ini difokuskan di Kecamatan Langkahan, di mana akses jalan masih tertutup akibat banjir. Melalui upaya tersebut, Polri berharap dapat membuka jalur transportasi untuk mempermudah distribusi bantuan kepada warga yang sangat memerlukan.
Dari laporan yang diterima, Dedi mencatat bahwa kerusakan infrastruktur, seperti jembatan dan jalan, menjadi perhatian utama. Dengan menprioritaskan akses, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Penyediaan Kesehatan dan Kebutuhan Medis bagi Warga Terdampak
Selanjutnya, Polri juga menyoroti pentingnya layanan kesehatan bagi warga yang terdampak. Beberapa puskesmas mengalami kerusakan berat dan ada keterbatasan akses air bersih yang semakin mempersulit kondisi di lapangan. Hal ini harus segera ditangani untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Untuk itu, Dedi menyampaikan bahwa Polri telah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan dan alat kesehatan yang sangat diperlukan. Pengiriman bantuan medis ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah berkembangnya masalah kesehatan di antara masyarakat.
Pentingnya penyediaan layanan kesehatan menjadi suatu kewajiban di tengah krisis ini. Melalui upaya tersebut, Polri menunjukkan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga demi mempercepat pemulihan mereka.
Langkah-Langkah untuk Membuka Akses Jalan dan Jembatan
Dedi menjelaskan bahwa dua waduk telah jebol dan ada beberapa jembatan yang putus akibat banjir. Untuk memberikan akses kepada masyarakat, Polri berencana membangun jembatan darurat. Meskipun kapasitasnya terbatas di bawah satu ton, itu menjadi langkah awal untuk membuka akses baru.
“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan. Jika akses terbuka, pemulihan dapat lebih cepat,” ungkap Dedi, menggambarkan urgensi situasi yang ada. Dengan langkah tersebut, diharapkan transportasi dan distribusi bantuan menjadi lebih lancar.
Lebih dari itu, Dedi juga mengingatkan bahwa masyarakat akan lebih mudah mendapatkan berbagai bantuan jika infrastruktur kembali berfungsi. Oleh karena itu, pembangunan jembatan darurat menjadi salah satu prioritas utama yang harus segera dilaksanakan.








