Empat Warga Hilang, Akses Tertutup
Table of content:
Dalam beberapa hari terakhir, Pulau Siau di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengalami bencana yang cukup serius berupa banjir bandang. Tim SAR gabungan bekerja keras untuk melakukan pencarian terhadap empat korban yang hilang akibat peristiwa tragis ini.
Komandan Tim Basarnas setempat, Rolando W, mengungkapkan bahwa mereka telah membagi tim menjadi dua kelompok untuk mempercepat proses pencarian di dua lokasi yang berbeda. Hal ini diperlukan karena medan yang sulit akses di pulau tersebut.
“Kami membagi tim menjadi dua untuk memaksimalkan pencarian. Salah satu tim bergerak di Siau Barat, khususnya di Desa Lekaeng,” jelas Rolando sembari menambahkan bahwa hasil pencarian di lokasi itu masih kosong.
Hambatan Akses yang Menghadang Tim Pencari Korban
Pencarian di Desa Lekaeng sangat terhambat oleh kondisi jalan yang rusak. Rolando menjelaskan bahwa akses menuju lokasi masih terputus dan tertutup oleh material longsoran dari bencana.
“Jalur menuju lokasi pencarian sangat sulit dilalui. Kami harus mencari cara alternatif untuk mencapai daerah tersebut,” ungkapnya. Kendala ini cukup menyulitkan proses evakuasi dan penanganan situasi.
Di sisi lain, tim kedua berfokus pada Siau Timur, khususnya di Desa Bahu. Di sini, dari tiga korban yang dilaporkan hilang, satu orang berhasil ditemukan dan telah dievakuasi.
Peringatan dan Upaya Penanganan yang Diperlukan
Kondisi cuaca yang tidak menentu dengan hujan deras menjadi faktor lain yang memperlambat proses pencarian. Rolando menyatakan bahwa aliran air dari atas bukit masih sangat deras, membuat pencarian menjadi lebih berbahaya.
“Hujan yang terus menerus mengguyur menambah kesulitan. Kami perlu bekerja ekstra hati-hati,” terangnya. Di tengah situasi yang sulit, tim SAR tetap bersemangat untuk mencari korban yang masih hilang.
Sebagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pencarian, rencana pun disusun. Rolando menyampaikan bahwa pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya dengan strategi yang sama.
Strategi Operasi Tim SAR ke Depan
Rencana operasi ke depan melibatkan pembagian tugas yang sistematis. Satu tim akan melanjutkan pencarian di Siau Barat, sementara tim lainnya akan tetap berada di Desa Bahu.
“Kami berharap dengan pembagian tim yang lebih fokus ini, akan ada kemajuan dalam pencarian,” kata Rolando. Harapan ini tentu menjadi motivasi bagi semua anggota tim yang terlibat.
Saat kondisi cuaca membaik, tim SAR juga berharap dapat menjangkau area yang lebih luas. Kondisi saat ini memerlukan pengorbanan agar semua korban bisa ditemukan dengan selamat.








