Gibran Makan Bareng Dua Kubu Pakubuwono XIV Bahas Keraton Surakarta
Table of content:
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini berbincang dengan sejumlah tokoh penting di Kota Solo. Pembicaraan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan akrab, dimulai setelah ia menghadiri pernikahan sepupunya.
Setelah menghadiri momen penting keluarga, Gibran melanjutkan dengan melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Solo. Pasca salat, ia berkesempatan untuk menyantap hidangan bersama para pemimpin lokal, membahas berbagai isu yang tengah dihadapi kota tersebut.
“Kedatangan saya ke Solo kali ini memang tidak hanya untuk menghadiri acara keluarga,” kata Gibran. “Saya juga ingin berbincang tentang bagaimana kondisi Kota Solo dan masyarakatnya.”
Dialog Santai di Tengah Budaya Lokal Khas Solo
Pertemuan makan siang tersebut berlangsung di sebuah rumah makan terletak dekat dengan Masjid Agung Solo. Dengan hidangan khas berupa sate dan tongseng, suasana menjadi lebih akrab di antara mereka.
“Sambil menikmati sate dan tongseng, kami membicarakan banyak hal tentang perkembangan Kota Solo,” ungkapnya. Dalam suasana penuh keterbukaan dan keakraban, dialog tersebut memungkinkan mereka untuk saling berbagi pandangan tentang aspek budaya dan sosial kota.
Gibran menegaskan pentingnya menjalin komunikasi yang baik antar semua pihak. Diskusi tersebut mencakup bagaimana pengerjaan aset yang sudah ada perlu dipertahankan dan dipertanggungjawabkan bersama.
Pesan untuk Menjaga Kondusivitas dan Kekayaan Budaya Solo
Dalam kesempatan ini, Gibran menyampaikan harapannya agar semua pihak menjaga kondusivitas di Kota Solo. Ia berpesan kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat agar lebih perhatian terhadap aset budaya yang berharga.
“Kota Solo sudah kaya akan kebudayaan. Kami berharap semua orang berperan dalam menjaga dan merawat kekayaan ini,” imbuh Gibran. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk generasi mendatang dan sebagai identitas Kota Solo.
Ia juga menyebutkan bahwa pemeliharaan aset budaya sangat berkaitan erat dengan identitas lokal. Budaya yang terjaga dengan baik akan memberi dampak positif bagi cara hidup masyarakat Solo.
Interaksi dengan Warga dan Keakraban dengan Masyarakat
Selama perjalanan menuju rumah makan, Gibran menyempatkan diri untuk menyapa warga. Hal ini menunjukkan bahwa ia ingin membangun kedekatan dengan masyarakat di sekitarnya.
Gibran terlihat ramah, berjabatan tangan, dan bahkan melayani permintaan warga untuk berfoto. Ini adalah langkah baik dalam membangun kepercayaan dan keterhubungan dengan masyarakat yang dipimpinnya.
Setibanya di rumah makan, interaksi lebih akrab terjadi saat Gibran duduk bersebelahan dengan tokoh-tokoh lokal lainnya. Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan dapat terus mengalir dalam masyarakat Solo.








