Siswa SD Tanah Datar Sumbar Dua Bulan Belajar di Tenda Darurat
Table of content:
Di tengah tantangan yang dihadapi oleh para siswa di Sekolah Dasar Negeri 11 Bungo Tanjuang, semangat untuk belajar masih terpancar dengan jelas. Meskipun harus belajar di tenda darurat, siswa-siswa ini tetap menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pendidikan mereka.
Situasi ini muncul setelah dinding tebing sekolah terancam ambruk, memaksa pihak sekolah untuk mencari solusi alternatif. Para siswa tetap optimis dan berusaha sebaik mungkin untuk mengikuti proses belajar mengajar, berkat dukungan dari guru-guru mereka yang tidak henti-hentinya memberikan motivasi.
Belajar di tenda bukan halangan bagi mereka. Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka bersama-sama menghadapi tantangan ini dengan semangat yang tinggi.
Keberanian Siswa dalam Menghadapi Publik
Siswa-siswa SD Negeri 11 Bungo Tanjuang menunjukkan keberanian yang luar biasa. Meskipun terpapar cuaca yang panas pada siang hari, mereka tetap mengikuti pembelajaran dengan semangat.
Banyak dari mereka yang mengaku bahwa dukungan dari para guru menjadi pendorong utama untuk terus belajar. Ketidakpastian akan fasilitas sekolah yang hancur tidak menggoyahkan niat mereka untuk tetap belajar dengan giat.
Setiap harinya, sekolah harus memutar balikan kegiatan pembelajaran agar tetap berjalan. Dengan dua kelas yang dibagi untuk belajar di tenda, upaya ini merupakan salah satu cara untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak.
Pemerintah dan Solusi yang Diharapkan
Para siswa mengharapkan adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi sekolah yang sudah terancam ambruk. Merasa prihatin, mereka ingin fasilitas belajar yang lebih aman dan nyaman.
Terluka oleh kondisi fasilitas yang semakin memburuk, siswa memohon agar pemulihan dapat dilakukan secepatnya. Mereka menyadari bahwa jika tidak ada tindakan cepat, dampak buruk mungkin akan semakin meluas.
Para guru juga melontarkan harapan yang sama, yakni agar pihak berwenang segera mengambil langkah-langkah yang perlu. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan mereka ingin memastikan anak-anak mereka mendapatkan hak untuk belajar di tempat yang aman.
Adaptasi dalam Proses Pembelajaran
Proses belajar di tenda memiliki tantangan tersendiri. Namun, guru-guru telah melakukan beberapa penyesuaian untuk memastikan bahwa siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
Jam pelajaran diatur ulang untuk memberi kesempatan bagi semua siswa. Pembelajaran dimulai lebih awal dan berakhir sebelum cuaca menjadi terik, sehingga memberikan kenyamanan dalam beraktivitas.
Pihak sekolah melakukan segala cara untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Siswa-siswa pun beradaptasi dengan semangat, menunjukkan bahwa mereka tidak patah arang meski harus menghadapi kesulitan.








