Alasan Banyak Orang Bingung Bertahan atau Pergi dari Lingkungan Beracun dan Saran Psikiater
Table of content:
Perilaku toxic sering kali terlupakan dalam keseharian kita. Padahal, dampaknya dapat merusak kesehatan mental dan fisik seseorang secara signifikan.
Menurut dr. Hilda Marsela, Sp.KJ, seorang dokter spesialis kesehatan jiwa, perilaku toxic bukanlah hanya masalah individu, melainkan lebih pada efek dari interaksi tersebut. Interaksi ini dapat menciptakan dampak positif atau negatif yang mempengaruhi kehidupan orang-orang di sekitarnya.
Lingkungan toxic dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari hubungan percintaan hingga lingkungan kerja. Contohnya, dalam suatu hubungan, kekerasan verbal atau fisik dapat menyebabkan pasangan merasa takut dan tertekan, yang berujung pada kondisi mental yang buruk.
Memahami Apa Itu Lingkungan Toxic dan Dampaknya
Lingkungan toxic sering kali dianggap sebagai sesuatu yang hanya terjadi di luar diri kita. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa perilaku dan sikap di sekitar bisa dengan mudah menular dan mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Dalam konteks hubungan, toxic relationship dapat menimbulkan perasaan tidak berharga. Ketika seseorang merasa terus-menerus tertekan oleh pasangannya, hal ini dapat berakar pada rasa takut yang dalam, yang membentuk siklus negatif yang sulit diakhiri.
Di tempat kerja, toxic environment muncul seperti kompetisi yang tidak sehat antar rekan kerja. Hal ini dapat menciptakan suasana yang menakutkan, di mana individu merasa tidak aman dan tertekan untuk mengekspresikan ide atau pendapat mereka.
Tanda-Tanda Lingkungan Toxic yang Perlu Diwaspadai
Mengetahui tanda-tanda lingkungan toxic sangat penting untuk menjaga kesehatan mental. Salah satu tanda yang paling jelas adalah merasa lelah secara emosional setelah berinteraksi dengan orang-orang tertentu.
Merasa cemas atau stres ketika menghadapi situasi di lingkungan tersebut juga menjadi pertanda. Jika setiap hari penuh dengan rasa takut dan keraguan, bisa jadi itu adalah indikasi adanya perilaku toxic di sekitar Anda.
Selain itu, peningkatan konflik dan ketidakpuasan umum juga dapat menjadi indikator. Ketika interaksi selalu berujung pada perselisihan atau ketidaknyamanan, maka suasana berpotensi menjadi toxic.
Strategi untuk Menghadapi Lingkungan Toxic
Setelah memahami adanya lingkungan toxic, langkah selanjutnya adalah merumuskan strategi untuk menghadapinya. Pertama, melakukan evaluasi terhadap hubungan dan interaksi Anda. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah hubungan tersebut memberikan dampak positif?
Selanjutnya, penting untuk membangun batasan. Dengan menetapkan batasan yang jelas, Anda dapat melindungi kesehatan mental dan menjaga diri dari pengaruh negatif. Batasan ini dapat berkisar dari fisik hingga emosional.
Terakhir, jika perlu, carilah dukungan profesional. Terkadang, berbicara dengan seorang psikolog atau konselor dapat membantu menavigasi situasi yang sulit. Dukungan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan perspektif yang lebih baik tentang apa yang terjadi.








