Banjir Hancurkan Madrasah di Pidie Aceh, Tinggal Fondasi Saja yang Tersisa
Table of content:
Banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan jejak menghancurkan, terutama bagi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 05 di Gampong Seunong, Kabupaten Pidie Jaya. Hanya fondasi pagar depan sepanjang lima meter yang tersisa dari gedung sekolah yang dulunya didirikan untuk pendidikan anak-anak di tingkat sekolah dasar.
Keuchik Gampong Seunong, Saiful, menjelaskan bahwa semua bangunan sekolah hanyut dalam bencana tersebut. Meskipun kerusakan parah terjadi, bersyukur, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat peristiwa ini.
Selain sekolah, bencana ini juga merenggut rumah warga, serta fasilitas umum lainnya seperti balai pengajian dan puskesmas desa. Lahannya yang seharusnya menjadi tempat tukar pikiran dan belajar kini terpaksa berpindah menjadi sungai.
Pengaruh Banjir Terhadap Infrastruktur dan Masyarakat Sekitar
Banjir yang terjadi mengakibatkan dampak signifikan pada infrastruktur daerah, dan hal ini sangat mencolok pada MIN 05. Dengan terhapusnya seluruh gedung sekolah dalam sekejap mata, banyak keluarga yang kini khawatir akan masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Di tengah kesedihan dan kepanikan, masyarakat Gampong Seunong bahu-membahu mencari solusi untuk mengatasi masalah pendidikan yang mendesak. Saat ini, mereka tengah merencanakan lokasi baru untuk mendirikan sekolah agar anak-anak bisa kembali belajar.
Sementara itu, pemerintah juga menjajaki langkah-langkah untuk rehabilitasi infrastruktur yang rusak dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. Banyak yang menyadari bahwa bencana semacam ini hanyalah salah satu dari banyak tantangan yang perlu dihadapi daerah tersebut.
Upaya Pemulihan dan Bantuan untuk Korban Banjir
Pemerintah setempat bekerja sama dengan berbagai lembaga dalam upaya memberikan bantuan kepada para korban bencana. Terwujudnya rasa solidaritas di antara warga menjadi sangat penting untuk menanggulangi dampak sosial akibat kehilangan harta benda.
Dalam situasi darurat ini, bantuan berupa makanan, tempat tinggal sementara, dan dukungan psikologis diberikan kepada warga yang terdampak. Hal ini menjadi langkah awal yang berharga untuk membangun kembali kehidupan mereka yang sempat hancur.
Hasil koordinasi antar stakeholder juga berpotensi untuk menyiapkan fasilitas edukatif sementara, guna memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan meski dalam situasi sulit. Komitmen semua pihak untuk bersama-sama membangun kembali penting dalam situasi krisis seperti ini.
Perubahan Lingkungan dan Pentingnya Kesadaran akan Bencana
Kejadian banjir bandang ini mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran kolektif terhadap bencana alam yang semakin sering terjadi. Perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan yang buruk adalah dua faktor yang memperbesar risiko terjadinya bencana.
Sebagai masyarakat, kita perlu beradaptasi dan mengedukasi diri serta anak-anak tentang cara menghadapi bencana. Ini termasuk pengenalan terhadap tanda-tanda peringatan serta tindakan preventif yang dapat diambil sebelum bencana terjadi.
Bentuk kesadaran yang tinggi akan dampak bencana diharapkan dapat mengurangi risiko di masa depan. Setiap individu dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tahan bencana.








