BMKG Memperkirakan Hujan di Bali saat Malam Tahun Baru
Table of content:
Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika Wilayah III Denpasar, Bali, baru-baru ini mengeluarkan prediksi cuaca menjelang pergantian tahun. Diperkirakan, sebagian wilayah di Pulau Bali akan menghadapi hujan dengan intensitas ringan di malam Tahun Baru 2026, sebuah pertanda penting bagi perayaan yang biasanya meriah.
Luh Nyoman Didik Tri Utami, seorang Prakirawan cuaca dari BMKG, menjelaskan bahwa berdasarkan model cuaca terkini, ada kemungkinan hujan ringan yang akan mempengaruhi beberapa daerah di Bali. Cuaca yang berawan ini menandakan perubahan iklim yang sedang berlangsung.
Ramalan Cuaca Menjelang Tahun Baru di Bali
Pada malam pergantian tahun, diharapkan wilayah Bali secara umum akan berawan dengan potensi hujan yang bervariasi dari ringan hingga sedang. Tri Utami menambahkan bahwa daerah barat, tengah, dan selatan Bali memiliki kemungkinan terbesar untuk mengalami curah hujan saat itu.
Penting untuk dicatat bahwa keadaan ini terjadi seiring dengan masuknya Pulau Bali ke dalam musim penghujan yang biasanya berlangsung antara November hingga Maret. Puncak musim hujan, menurut penjelasan Tri Utami, diharapkan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2026.
Dengan adanya informasi ini, masyarakat diharapkan untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang mungkin kurang bersahabat. Tentunya, perayaan Tahun Baru yang diwarnai hujan bukanlah hal yang diinginkan oleh banyak orang, tetapi persiapan yang matang bisa meminimalisasi dampaknya.
Musim Hujan dan Puncaknya di Pulau Bali
Seiring dengan penjelasan mengenai kondisi cuaca, Tri Utami juga menjelaskan tentang siklus musim hujan yang mempengaruhi Bali. Musim hujan yang masuk ke dalam fase aktif saat ini diprediksi akan berlangsung hingga bulan Maret 2026.
Para ahli meteorologi di Bali mengingatkan bahwa fenomena cuaca seperti ini adalah bagian dari siklus alam yang harus dihadapi. Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk tetap mendapatkan informasi terkini mengenai prakiraan cuaca.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang perubahan iklim yang dapat mempengaruhi pola cuaca. Hal ini sangat krusial mengingat banyak kegiatan masyarakat yang terfokus pada periode ini.
Pentingnya Antisipasi Terhadap Cuaca Ekstrem
Tidak hanya mengenai hujan, tetapi masyarakat juga harus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin muncul selama musim penghujan ini. Tri Utami merekomendasikan agar masyarakat proaktif dalam meng-update informasi cuaca dari sumber yang terpercaya.
Seseorang yang mengabaikan informasi cuaca berisiko mengalami ketidaknyamanan atau bahkan berbahaya saat beraktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, waspada adalah langkah yang bijaksana saat menghadapi unsure alam yang tak terduga.
Selain itu, gelombang tinggi di laut juga menjadi isu yang perlu diperhatikan, terutama bagi nelayan dan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Informasi dari BMKG bisa sangat membantu dalam memberikan panduan aman bagi mereka yang bekerja di laut.








