Bukan Aktivitas Aman, Ahli Kesehatan Peringatkan Anak Jangan Bermain di Air Banjir
Table of content:
Banjir yang melanda Jakarta pada awal tahun 2025 menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai lebih dari satu meter dan membuat aktivitas sehari-hari terhambat serta menimbulkan kerugian material yang signifikan.
Bagi anak-anak, banjir mungkin tampak menyenangkan dan bisa menjadi ajang bermain. Namun, bahaya yang mengintai dari air banjir tidak bisa diremehkan, terutama terkait isu kesehatan.
Air yang tergenang bukan hanya terdiri dari air hujan, tetapi juga mengandung berbagai polutan dan patogen. Ahli kesehatan lingkungan, Dokter Dicky Budiman, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko yang ditimbulkan dari air banjir ini.
Pentingnya Memahami Risiko Kesehatan Akibat Banjir
Air banjir sering kali mengandung limbah rumah tangga, kotoran hewan, serta campuran bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Tidak sedikit orang yang menganggap air ini aman, tetapi realitanya sangat berbeda.
Menurut Dicky, air banjir dapat dianggap sebagai media penyebaran penyakit. Bakteri, virus, dan parasit dapat menjangkit melalui air tersebut, meningkatkan risiko masalah kesehatan, terutama bagi anak-anak dan orang tua.
Sementara bagi masyarakat yang terpaksa berinteraksi dengan air banjir, penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Menggunakan alat pelindung seperti sepatu boots dan masker adalah langkah awal yang bijaksana.
Langkah-Langkah Pencegahan untuk Mengurangi Dampak Banjir
Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang. Penataan drainase yang lebih baik dan pengelolaan sampah yang efisien bisa jadi solusi jangka panjang.
Masyarakat juga dapat berkontribusi dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan saluran air. Edukasi mengenai risiko banjir dan dampaknya bagi kesehatan perlu disebarkan luas.
Sebelum terjadinya banjir, kesiapsiagaan penting untuk diingat. Masyarakat dapat membuat rencana evakuasi dan memastikan semua anggota keluarga tahu apa yang harus dilakukan saat banjir terjadi.
Peran Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sangat krusial dalam situasi darurat seperti ini. BPBD bertanggung jawab untuk memantau dan memberi informasi terkait kondisi cuaca dan potensi bencana.
Pemerintah juga diharapkan untuk memberikan bantuan segera kepada masyarakat yang terkena dampak. Bantuan seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara sangat dibutuhkan pada saat-saat seperti ini.
Program pencegahan dan mitigasi bencana perlu ditingkatkan dalam agenda pembangunan, sehingga risiko banjir bisa diminimalisir di masa depan. Dengan langkah-langkah proaktif, masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan yang muncul dari bencana alam.







