Cerai, Atalia Bantah Terkait Orang Ketiga dan Isu Pengamanan Aset
Table of content:
Atalia Praratya baru-baru ini memberikan klarifikasi terkait isu-isu negatif yang menyelimuti dirinya setelah putusan perceraian dengan Ridwan Kamil. Ia melalui kuasa hukumnya, Debi Agusfriansa, menjelaskan bahwa perceraian tersebut adalah masalah internal keluarga yang tidak melibatkan pihak ketiga.
Dalam keterangan persnya, Atalia menegaskan pentingnya menjaga privasi keluarganya. Ia berharap agar masyarakat tidak terprovokasi oleh spekulasi yang tidak berdasar mengenai perceraiannya.
“Ini semua adalah urusan pribadi yang harus dihormati,” tuturnya, menambahkan bahwa semua yang terjadi adalah berdasarkan kesepakatan yang sah.
Klarifikasi Terkait Isu Spekulatif dalam Publik
Atalia mengungkapkan bahwa ia sangat menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang membuat narasi spekulatif tanpa adanya bukti yang jelas. Beberapa tokoh publik dan peramal telah memberikan opini yang sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan hukum.
“Kami berharap semua orang berhenti meramalkan atau berkomentar tentang situasi ini tanpa dasar yang kuat,” ungkapnya. Ia mengkhawatirkan bahwa opini yang salah dapat merusak reputasi dan nama baiknya serta keluarga.
Debi Agusfriansa menekankan bahwa klaim yang menyebut perceraian ini berkaitan dengan pengamanan aset adalah salah besar. “Kenyataan di pengadilan berbeda dengan ramalan yang tidak berdasar ini,” tegasnya.
Pernyataan tentang Denny Darko dan Ramalan yang Salah
Denny Darko, seorang peramal, sempat mengaitkan perceraian tersebut dengan upaya pengamanan aset. Menanggapi hal ini, Debi mengatakan bahwa informasi dari Denny tidak benar dan menyesatkan.
“Klaim tersebut tidak berdasar pada fakta hukum yang ada. Proses perceraian kami sudah berlangsung transparan dan sesuai dengan mekanisme hukum,” tambah Debi.
Keterangan ini bertujuan untuk menghindari spekulasi lebih lanjut serta memberikan gambaran yang jelas kepada publik tentang proses hukum yang dijalani keluarga Atalia. “Kami meminta masyarakat untuk lebih arif dalam menanggapi masalah ini,” ujarnya.
Proses Hukum yang Dijalani Atalia dan Ridwan Kamil
Atalia menjelaskan bahwa perceraian ini sudah melalui serangkaian proses hukum yang menurutnya fair. Seluruh langkah diambil berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, termasuk dalam hal mediasi.
“Kami sudah berusaha mengedepankan prinsip kekeluargaan dalam penyelesaian ini,” ujarnya. Transparansi dalam proses perceraian ini diharapkan dapat memberi hak kepada semua pihak untuk mendapatkan keadilan.
Dengan adanya proses yang jelas ini, Atalia berharap publik dapat menghormati kehidupan pribadinya. “Kami hanya ingin fokus untuk memperbaiki diri masing-masing setelah semua ini,” tambahnya.








