Donor Terbesar WHO Mundur, Apa Dampak Bagi AS dan Organisasi Kesehatan?
Table of content:
Pada tanggal 22 Januari 2026, Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penarikan dirinya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak. Keputusan ini diambil setelah Presiden mengeluarkan perintah eksekutif yang menjadi dasar bagi proses keluarnya AS dari badan kesehatan internasional ini.
Tindakan ini memicu berbagai reaksi, baik dari kalangan pejabat pemerintah maupun aktivis kesehatan. Dalam pernyataan resmi, pemerintah AS menyebut bahwa WHO gagal memenuhi harapan selama pandemi Covid-19, yang menjadi alasan utama penarikan diri tersebut.
Sejarah dan Pengaruh Amerika Serikat Dalam WHO
Amerika Serikat merupakan salah satu pendiri WHO pada tahun 1948, dengan tujuan bersama untuk meningkatkan kesehatan global. Sebagai negara yang memiliki kontribusi keuangan terbesar, AS membayar iuran tahunan sebesar sekitar $111 juta.
Selain iuran, AS juga memberikan kontribusi tambahan dalam bentuk sukarela, sekitar $570 juta setiap tahun. Kontribusi ini menjadikan AS sebagai donatur utama yang berperan penting dalam pendanaan berbagai program kesehatan dunia.
Dampak keluarnya AS dari WHO cukup signifikan, tidak hanya bagi organisasi itu sendiri tetapi juga bagi komunitas internasional. Tanpa dukungan finansial yang substansial dari AS, banyak inisiatif kesehatan yang terancam akan terhambat.
Dampak Penarikan Diri Terhadap Kesehatan Global
Penarikan diri Amerika Serikat dari WHO dikhawatirkan akan menciptakan celah dalam koordinasi kesehatan global. Aktivis kesehatan masyarakat menyoroti bahwa keputusan ini akan membuat negara-negara lebih rentan terhadap wabah penyakit.
WHO telah menjadi aktor kunci dalam melawan penyakit menular dan non-menular di seluruh dunia. Keterlibatan AS di dalam organisasi tersebut dianggap vital bagi upaya global dalam mengurangi dampak kesehatan yang serius.
Kepergian ini juga mengancam akses ilmuwan AS terhadap data penting mengenai penyakit. Data yang dikumpulkan WHO sering digunakan untuk memantau dan memahami pola penyebaran penyakit di seluruh dunia.
Reaksi Dari Para Ahli Kesehatan dan Ilmuwan
Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa penarikan ini bukan hanya kehilangan kesempatan untuk berkontribusi, tetapi juga mengurangi kemampuan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting terkait kesehatan global. Tanpa partisipasi, suara AS dalam menentukan kebijakan kesehatan internasional akan hilang.
Ilmuwan juga mencemaskan hilangnya akses terhadap informasi esensial seperti database yang berkaitan dengan strain virus influenza. Ketidakaktifan dalam diskusi penting berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat global di masa depan.
Dari sudut pandang strategis, keterlibatan dalam WHO memungkinkan negara untuk memiliki pandangan yang lebih lengkap mengenai isu-isu kesehatan yang mungkin muncul. Tanpa kontribusi aktif, AS mungkin kehilangan pemahaman mendalam tentang arah perubahan epidemiologi.








