Evakuasi Kontainer Jatuh ke Laut, Operasional Dermaga Jamrud Selatan Dihentikan
Table of content:
Proses evakuasi kontainer yang jatuh ke laut akibat insiden kapal Pasific 88 miring di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, masih berlangsung. Kejadian tragis ini mengakibatkan seorang pekerja bongkar muat kehilangan nyawa, menambah catatan serius mengenai keselamatan di pelabuhan.
Pihak pengelola pelabuhan, PT Pelindo, segera menghentikan semua aktivitas di lokasi yang terkena dampak. Mereka juga berkoordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Basarnas, serta Polairud untuk melakukan proses evakuasi kontainer yang terjatuh.
Insiden ini menyoroti pentingnya prosedur keselamatan dan pemeliharaan di pelabuhan yang sibuk seperti Tanjung Perak. Pengelola pelabuhan mengakui bahwa langkah cepat diperlukan untuk mencegah dampak lebih lanjut dari kejadian ini.
Menyelidiki Penyebab Kecelakaan Kapal Pasific 88
Penyebab pasti dari kecelakaan kapal Pasific 88 masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Branch Manager Pelindo Terminal Jamrud Nilam Mirah, Muh Junaedhy, mengatakan bahwa tim investigasi sedang bekerja untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab insiden ini.
Menurut Junaedhy, insiden ini terjadi saat proses bongkar muat di dermaga, yang merupakan waktu yang sangat rentan. Menjaga keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan sangatlah krusial untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Para pihak berwenang, termasuk Basarnas dan KSOP, berusaha dengan gigih untuk menginvestigasi semua aspek yang terlibat. Ini termasuk memeriksa kondisi kapal, cuaca, serta kelayakan operasional saat insiden berlangsung.
Langkah Tanggap Darurat Pasca Insiden
Setelah kejadian, tindakan darurat segera dilakukan untuk memastikan keselamatan semua orang yang ada di sekitar dermaga. PT Pelindo berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk memprioritaskan evakuasi kontainer yang jatuh dan memastikan tidak ada korban tambahan.
Langkah-langkah keamanan ditingkatkan di area pelabuhan untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Prosedur tanggap darurat yang jelas dan terstruktur menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan keselamatan di lingkungan kerja ini.
Sejumlah pekerja yang berada di lokasi juga mendapatkan dukungan psikologis selepas insiden, untuk membantu mereka menghadapi trauma yang diakibatkan. Kebijakan dan prosedur yang ada perlu diperbarui agar lebih responsif terhadap kejadian yang tidak terduga.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan
Keselamatan kerja di pelabuhan merupakan hal yang tidak bisa ditoleransi, mengingat risiko tinggi yang dihadapi para pekerja. Perlunya pelatihan berkala dan simulasi keamanan sangat penting untuk membekali pekerja dengan pengetahuan yang tepat dalam situasi darurat.
Instansi terkait perlu melakukan audit berkala untuk memastikan semua prosedur keselamatan diikuti dan diperbarui sesuai dengan perkembangan terkini. Hal ini bukan hanya untuk melindungi para pekerja, tetapi juga untuk mengurangi risiko kerugian material dan dampak lingkungan.
Penerapan teknologi baru dalam instrumen dan alat kerja bisa membantu meningkatkan keselamatan di pelabuhan. Pemantauan yang lebih baik dan komunikasi yang lebih efisien antara semua pihak terlibat akan menjadi kunci dalam menghindari kecelakaan serupa di masa mendatang.








