Kursi Ketua PDIP Jateng Kosong Setelah FX Rudy Mengundurkan Diri
Table of content:
FX Hadi Rudyatmo, seorang politisi senior dari PDI Perjuangan (PDIP), baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Langkah ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia baru menjabat sejak Agustus lalu, menggantikan posisi Bambang Wuryanto. Pengunduran diri ini diumumkan lewat surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, beberapa hari sebelum batas akhir tahun 2025.
Dalam suratnya, Rudy menjelaskan alasannya untuk mundur, yakni ketidakmampuannya menjalankan tugas sebagai Plt Ketua DPD di tengah kondisi yang sedang dialami partai. Ia merasa bahwa keputusan ini perlu diambil demi menjaga solidaritas dan kekompakan organisasi.
Sebelum menyampaikan pengunduran diri, Rudy juga mengungkap bahwa ia telah dua kali bertemu dengan Megawati, namun pertemuan tersebut tidak membahas tentang rencana pengunduran dirinya. Meski demikian, surat pengunduran diri tersebut sudah disiapkannya dan dikirimkan tepat pada tanggal 17 Desember 2025.
Alasan di Balik Pengunduran Diri FX Hadi Rudyatmo
Sekilas, pengunduran diri Rudy tampak tidak terduga, mengingat ia baru menjabat beberapa bulan. Namun, analisis menunjukkan bahwa ini mungkin berkaitan dengan dinamika internal PDIP yang tengah berlangsung. Rudy menyatakan bahwa penugasannya bersifat sementara dan ia tidak mengundurkan diri dari posisi Ketua DPD, melainkan menjalani masa tugas yang telah berakhir.
Di sisi lain, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, menegaskan bahwa keputusan Rudy bukanlah bentuk pengunduran diri yang permanen, melainkan penugasan yang telah selesai. Hal ini menunjukkan bahwa ada pergeseran dalam prioritas organisasi yang mungkin mempengaruhi langkah Rudy.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, mengemukakan bahwa pengunduran diri Rudy bisa jadi mencerminkan kebuntuan dalam internal partai terkait penentuan Ketua DPD definitif. Nama Pinka Haprani, putri dari Ketua DPR RI Puan Maharani, kini menjadi sorotan dalam bursa Ketua DPD.
Persaingan di Internal PDI Perjuangan
Keberadaan nama Pinka Haprani dalam bursa calon Ketua DPD tampaknya memunculkan tantangan bagi Rudy. Arifki berpendapat bahwa langkah pengunduran diri Rudy menandakan bahwa ia mungkin tidak menemukan titik temu dalam pencalonannya. Pengunduran ini kemungkinan besar memberi sinyal kepada calon-calon lain untuk berpikir dua kali sebelum bersaing.
Jawa Tengah dikenal sebagai “kandang banteng” bagi PDIP, dan regenerasi kepemimpinan di daerah ini dianggap sangat penting dalam menyongsong pemilihan presiden 2029. Oleh karena itu, keputusan yang diambil oleh DPP PDIP dalam menentukan Ketua DPD menjadi sangat krusial. Agung Baskoro dari Trias Politika mengemukakan bahwa dengan adanya figur baru seperti Pinka, DPP PDIP harus ekstra waspada menjaga posisi strategis partai di Jawa Tengah.
Kehadiran Pinka sebagai figur baru juga menghadirkan tantangan tersendiri. Apabila ia diangkat menjadi Ketua DPD, Pinka harus segera membangun jaringan dan reputasi sebagai pemimpin di lapangan agar tidak terjebak di bawah bayang-bayang orangtuanya.
Menjaga Kekuatan di Wilayah Strategis
Dengan adanya tantangan perpolitikan di Jawa Tengah, Arifki menegaskan perlunya pemimpin yang kuat agar wilayah ini tidak jatuh ke tangan rival. Dengan melihat kondisi politik saat ini, Pinka harus memperlihatkan kemampuannya sejak dini. Keberhasilan dalam mempertahankan suara PDIP di Jawa Tengah akan menjadi ukuran bagi kinerjanya di masa depan.
Pinka sendiri memiliki latar belakang yang kuat, sebagai cucu dari Megawati dan anak dari Puan Maharani. Namun, melihat perjalanan karir politik seorang Bambang Pacul yang telah lama berpengalaman di lapangan, dinamika ini semakin seru untuk diikuti. Menarik untuk melihat bagaimana dukungan dari Bambang Pacul bisa memengaruhi kepemimpinan Pinka jika ia terpilih nanti.
Bersamaan dengan itu, banyak pihak menggarisbawahi pentingnya stabilitas dan konsolidasi dalam partai untuk mempersiapkan pemilu yang akan datang. Dengan mengenali kekuatan dan tantangan yang ada, PDI Perjuangan perlu menyiapkan strategi yang tepat agar tetap relevan dan berpengaruh di Jawa Tengah.








