Lima Saksi Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel Diperiksa Polisi
Table of content:
Kebakaran yang terjadi pada gudang bahan kimia di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, telah menarik perhatian publik dan pihak berwenang. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian material yang cukup besar tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan yang serius akibat pencemaran air.
Menurut pihak kepolisian, lima orang saksi telah diperiksa untuk memberikan informasi terkait kejadian tersebut. Mereka terdiri dari unsur keamanan dan karyawan yang berada di lokasi kebakaran saat peristiwa berlangsung.
“Kami memanggil lima saksi untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kejadian ini,” ucap Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mencari penyebab pasti dari kebakaran yang terjadi.
Kronologi Kebakaran dan Upaya Pemadaman yang Dilakukan
Kebakaran dilaporkan terjadi pada Senin dini hari, sekitar pukul 04.30 WIB. Api dengan cepat menyebar di dalam gudang yang menyimpan berbagai bahan kimia, termasuk pestisida, sehingga mempersulit upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas.
Menyikapi situasi ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan mengerahkan 16 unit mobil pemadam dan sekitar 70 personel untuk mengatasi kobaran api. Meskipun petugas sudah berusaha keras, api mengalami kesulitan untuk dipadamkan karena beragamnya jenis bahan yang mudah terbakar.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel, Omay Komarudin, menyatakan bahwa kategori barang yang terbakar sangat berbahaya. Selain proses pemadaman, tim juga harus berhati-hati karena potensi ledakan yang mungkin terjadi akibat bahan kimia tersebut.
Dampak Lingkungan dan Tindakan dari Dinas terkait
Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, dampak dari residu kebakaran mulai terlihat. Dinas Lingkungan Hidup setempat melaporkan bahwa terdapat pencemaran di aliran sungai di wilayah Serpong akibat kebakaran tersebut. Air sungai mengganti warna menjadi putih dan mengeluarkan bau kimia yang menyengat.
Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan telah mengambil sampel air dari beberapa lokasi untuk dianalisis. Pengawas DLH Tangsel, Yofi, menjelaskan bahwa sampel diambil dari empat titik, termasuk lokasi kebakaran dan daerah yang terdampak.
Proses pengujian sampel air ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat pencemaran yang terjadi dan langkah-langkah apa saja yang perlu diambil untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif.
Potensi Ancaman dan Langkah Preventif ke Depan
Kebakaran ini menjadi perhatian serius tidak hanya bagi otoritas berwenang tetapi juga masyarakat sekitar. Dengan potensi bahan kimia yang mudah terbakar, kebakaran seperti ini tentunya menimbulkan ancaman yang besar. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kemungkinan arus pendek atau korsleting listrik menjadi penyebab awal dari kebakaran ini.
Pemerintah daerah diharapkan bisa mengambil langkah-langkah konkret dalam mencegah kejadian serupa di masa depan. Ini termasuk penerapan regulasi yang lebih ketat tentang penyimpanan bahan kimia, serta pelatihan bagi karyawan dan pihak keamanan untuk lebih siap menghadapi situasi darurat.
Melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dalam proses penyelidikan adalah langkah yang tepat agar semua dapat diteliti secara ilmiah dan profesional. Penyelidikan yang mendalam ini diharapkan dapat membuat masyarakat merasa aman terhadap potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh kebakaran di lokasi-lokasi serupa di masa mendatang.








