Pemerintah Tak Campur Tangan dalam Dualisme Keraton Solo Menurut Fadli Zon
Table of content:
Menteri Kebudayaan mengungkapkan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam konflik internal mengenai kepemimpinan di Keraton Solo. Pernyataannya ini muncul seiring dengan adanya perbedaan pendapat antara dua pihak dalam keraton, yaitu SISKS Pakubuwono XIV Purbaya dan SISKS Pakubuwono XIV Mangkubumi.
Dalam pernyataan tersebut, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya menjaga cagar budaya tanpa mencampuri urusan internal keluarga keraton. Penjelasan tersebut diungkapkan dalam rapat dengan Komisi X DPR yang berlangsung baru-baru ini.
“Kami intervensi terutama untuk cagar budayanya, tapi bukan untuk yang terkait dengan urusan internal keraton,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Pentingnya Peran Pemerintah dalam Pemeliharaan Cagar Budaya
Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa keberadaan pemerintah dalam urusan ini semata-mata untuk menjaga keberlangsungan dan pemeliharaan cagar budaya. Keraton Solo, yang merupakan salah satu situs bersejarah, membutuhkan perhatian khusus untuk dilestarikan.
Dalam konteks ini, ia menyoroti perlunya mempertahankan warisan budaya agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Penjagaan ini termasuk melakukan pemeliharaan kompleks keraton dan museum yang ada di dalamnya.
Fadli Zon juga menambahkan bahwa pihaknya ingin adanya akuntabilitas dalam pengelolaan aset-aset budaya tersebut. Dengan adanya penanggung jawab yang ditunjuk, diharapkan pengelolaan dapat lebih terstruktur dan efektif.
Upaya Revitalisasi dan Permasalahan yang Dihadapi
Namun, di tengah upaya revitalisasi, terdapat tantangan yang harus dihadapi. Menteri Kebudayaan mencatat adanya masalah seperti aksi saling menggembok museum yang membuat proses revitalisasi terhambat.
Dia mengungkapkan bahwa upaya revitalisasi untuk museum baru telah mencapai 25 persen, namun harus terhenti karena permasalahan internal. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengancam kelestarian cagar budaya tersebut.
Oleh karena itu, Fadli menekankan pentingnya kerja sama semua pihak agar masalah ini dapat segera diatasi. Upaya kolektif diperlukan demi memastikan bahwa kekayaan budaya yang ada tidak hilang ditelan zaman.
Dialog dan Musyawarah di Kalangan Keluarga Keraton
Meskipun ada perpecahan di antara pihak-pihak yang terlibat, dialog tetap menjadi kunci penyelesaian. Fadli memandang bahwa silaturahmi dan musyawarah di dalam keluarga keraton sangat penting untuk mencapai kesepakatan.
Dalam kesempatan lain, SISKS Pakubuwono XIV Purbaya, bersama keluarganya, melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR. Pertemuan ini bertujuan untuk berbagi pemikiran dan memperkuat komunikasi antar pihak di keraton.
Purbaya menekankan pentingnya musyawarah sebagai sarana untuk menjaga kelangsungan keraton. Dia juga berharap agar semua pihak dapat menyatukan visi demi kebaikan keraton dan warisan budaya yang dimilikinya.








