Rapat Penetapan UMP Sulsel Memanas, Buruh Berusaha Masuk Ruangan
Table of content:
Rapat pleno penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) di Sulawesi Selatan mengalami ketegangan yang tinggi saat sejumlah buruh berupaya masuk ke dalam ruangan rapat yang berlangsung di salah satu hotel di Makassar. Kehadiran sejumlah buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi tersebut menunjukkan minat yang besar terhadap hasil keputusan yang akan diambil dalam rapat tersebut.
Peserta rapat yang terorganisir dalam kelompok buruh ini tidak hanya menunggu di luar, tetapi juga mengadvokasi hak mereka untuk mendengar secara langsung hasil diskusi terkait UMP. Beberapa di antaranya berusaha untuk membuka pintu rapat yang tertutup demi mendapatkan akses informasi.
Salah satu buruh dengan lantang meminta agar pintu ruangan dibuka, menegaskan bahwa rapat ini bukanlah suatu pertemuan tertutup dan seharusnya bisa disaksikan publik. Situasi ini mencerminkan ketidakpuasan yang mendalam di kalangan buruh mengenai pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kesejahteraan mereka.
Tetap Tenang di Tengah Ketegangan Rapat UMP
Saat situasi memanas, seorang pegawai dari Dinas Ketenagakerjaan berusaha meredakan keadaan dengan berbicara langsung kepada buruh-buruh tersebut. Tindakan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya konflik dan menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk rapat yang sedang berlangsung.
Buruh yang hadir tampak memiliki semangat tinggi dan bertekad untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Walau berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Dinas Ketenagakerjaan, keinginan buruh untuk mengakses informasi tetap kuat.
Seorang buruh lainnya juga menegaskan kebutuhan untuk melihat hasil rapat, menunjukkan bahwa transparansi dalam keputusan yang diambil sangat diharapkan. Situasi ini menciptakan dinamika yang unik antara pihak pemerintah dan buruh di lapangan.
Dialog Antara Buruh dan Pihak Berwenang
Meskipun pintu rapat tetap tertutup pada awalnya, komunikasi yang terjadi antara para buruh dan pegawai pemerintah berjalan cukup konstruktif. Dialog ini penting agar kedua belah pihak dapat memahami posisi masing-masing dan menemukan titik temu yang bisa menguntungkan semua pihak.
Salah satu buruh menyatakan, “Buka sedikit saja pintunya,” yang mencerminkan keinginan untuk mendengar perdebatan dan keputusan yang nantinya akan memengaruhi kehidupan mereka. Dalam konteks ini, dialog terbuka menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada pihak yang merasa terpinggirkan.
Setelah beberapa waktu, kesepakatan tercapai untuk membuka pintu rapat, walaupun hanya sebagian. Ini dilakukan agar para buruh dapat memantau jalannya rapat tanpa mengganggu proses diskusi yang terjadi di dalam.
Proses Rapat Pleno UMP yang Masih Berlangsung
Proses rapat pleno penetapan UMP di Sulawesi Selatan tahun 2026 masih berjalan, dipimpin oleh Kadis Ketenagakerjaan setempat. Selain perwakilan buruh, hadir pula pihak pengusaha dan dewan pengupahan dalam diskusi penting ini.
Keberadaan berbagai pihak di dalam rapat menghasilkan dinamika yang menarik, karena masing-masing memiliki kepentingan dan perspektif yang berbeda. Buruh berharap agar suara mereka didengarkan, sementara pengusaha akan berjuang untuk mempertahankan kondisi yang memungkinkan kelangsungan bisnis mereka.
Situasi ini menyerukan perlunya keseimbangan antara kebutuhan akan upah yang layak bagi buruh dengan kebutuhan berkelanjutan bagi dunia usaha. Proses ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi para pengambil kebijakan.








