Sehat tapi Terbatas Waktu, Alasan Warga Belum Ikut CKG
Table of content:
Pada kesempatan yang berharga ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pentingnya perubahan dalam pelaksanaan CKG 2026. Mulai tahun ini, peserta CKG yang mengalami masalah kesehatan seperti hipertensi akan segera mendapatkan penanganan atau pengobatan yang diperlukan.
Peserta CKG yang tergolong dalam kategori kurang sehat (rapor kuning) dan tidak sehat (rapor merah) akan diberikan obat untuk meningkatkan kondisi kesehatan mereka. Langkah ini diambil agar peserta dapat segera kembali ke kondisi sehat dengan perubahan yang signifikan dalam pengelolaan kesehatan mereka.
“Orang yang kita identifikasi kurang sehat atau rapor kuning, tidak sehat atau rapor merah itu harus ditindaklanjuti, ditatalaksana agar kembali sehat hingga rapor hijau,” tegas Budi. Ini merupakan langkah proaktif untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap kesehatan individu.
Langkah Baru dalam Pengelolaan Kesehatan Peserta CKG
Dengan adanya kebijakan baru ini, peserta CKG tidak perlu menunggu lama untuk menerima perawatan penting. Jika mereka mengalami hipertensi atau masalah kesehatan lainnya, langkah konkret akan diambil pada hari itu juga.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, drg. Murti Utami, menjelaskan bahwa peserta akan mendapatkan obat sebelum mereka pulang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengobatan dapat langsung diterapkan dan mencegah penyakit menjadi lebih serius.
“Tidak perlu bulan depan atau minggu depan, tapi hari itu sebelum pulang peserta akan dapat obat,” kata drg. Murti. Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam cara pengelolaan kesehatan peserta.
Pentingnya Penyuluhan dan Edukasi Kesehatan
Salah satu aspek kunci dari program ini adalah penyuluhan kesehatan yang lebih baik untuk peserta. Edukasi tentang pentingnya pemantauan tekanan darah dan pola hidup sehat menjadi fokus utama pada setiap sesi.
Peserta yang mendapatkan edukasi memadai tentang kondisi kesehatan mereka cenderung lebih proaktif dalam menjaga kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat lebih siap untuk menghadapi masalah kesehatan yang mungkin timbul di masa depan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu mengelola kesehatan mereka sendiri,” tambah Budi. Hal ini akan menghasilkan dampak yang lebih luas dan positif untuk masyarakat.
Mendukung Kesehatan Mental dan Fisik Secara Keseluruhan
Penerapan program CKG ini juga mencakup aspek kesehatan mental. Kesehatan mental yang baik seharusnya menjadi bagian integral dari kesehatan fisik peserta.
Pihak Kemenkes berupaya untuk memastikan bahwa peserta mendapatkan dukungan yang mereka perlukan dalam hal kesehatan mental. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup tetapi juga produktivitas masyarakat secara keseluruhan.
“Kami percaya bahwa kesejahteraan mental sangat mempengaruhi kesejahteraan fisik dan sebaliknya,” ungkap Budi. Oleh karena itu, program ini diharapkan mampu memberikan solusi komprehensif untuk semua peserta CKG.








