Topan Ragasa Menghancurkan Kota di Taiwan dengan Danau yang Meluap Seperti Tsunami
Table of content:
Topan Ragasa, yang dikenal sebagai salah satu topan terkuat tahun ini, telah menyebabkan bencana besar di Taiwan. Hujan deras dan angin kencang menghancurkan infrastruktur serta mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Hingga Rabu, pihak berwenang melaporkan bahwa sebanyak 14 orang telah kehilangan nyawa dan 129 lainnya masih dalam pencarian, khususnya di wilayah Hualien yang paling parah terkena dampak bencana ini.
Dampak Besar Topan Ragasa di Wilayah Hualien
Gelombang air yang hebat melanda kota-kota kecil dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Di Kota Guangfu, danau yang terbentuk akibat longsoran sebelumnya tidak bisa menampung curah hujan yang luar biasa, menyebabkan bencana yang tak terduga.
Pada Selasa sore, sekitar 60 juta ton air meluap dan langsung menenggelamkan kawasan permukiman. Masyarakat yang terjebak merasakan ketakutan ketika melihat air yang mengalir dengan cepat ke arah mereka.
Salah satu saksi mata, Hsieh, seorang tukang pos, menggambarkan situasi mencekam saat air datang menghantam. Ia terpaksa berlari ke lantai dua agar tetap selamat dari derasnya arus air.
Kehidupan Warga yang Terdampak Banjir
Banjir tersebut juga menyapu bersih jembatan, rumah, dan jalan-jalan utama di Guangfu. Kepala desa, Wang Tse An, melaporkan bahwa hampir seluruh desa terendam dan situasi sangat kacau.
Sekitar 5.200 orang atau hampir dua pertiga populasi Guangfu terpaksa mencari tempat berlindung di lantai dua rumah mereka masing-masing. Beberapa yang lain memilih untuk pindah ke rumah kerabat atau tempat penampungan darurat yang disediakan oleh pemerintah.
Sebagian besar warga terpaksa bertahan dengan persediaan makanan yang minim dan kondisi fasilitas sanitasi yang tidak memadai. Ini menciptakan berbagai masalah kesehatan yang berpotensi mengancam jiwa.
Respon Pemerintah dan Bantuan Darurat
Pemerintah lokal telah mengaktifkan tim tanggap darurat untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan kepada korban. Namun, cuaca buruk membuat upaya ini semakin sulit dilakukan.
Beberapa tim relawan juga telah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga yang terjebak. Mereka berusaha keras untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa krisis ini.
Walaupun akses menuju beberapa daerah sulit dan berbahaya, pemerintah berkomitmen untuk terus mencari jalan untuk menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.








