Warga Jalan Kaki ke Aceh Utara untuk Ambil Sembako dan Butuh Bantuan Medis
Table of content:
Warga Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menghadapi tantangan besar setelah banjir longsor yang memutus akses jalan utama. Mereka terpaksa berjalan lebih dari sepuluh kilometer untuk mendapatkan bahan pokok dan bahan bakar, menunjukkan ketahanan dalam menghadapi situasi darurat ini.
Dalam beberapa hari terakhir, intensitas kunjungan ke Aceh Utara semakin meningkat, dengan banyak warga berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari. Medan yang dilalui sangat berat, dan ini menambah tantangan bagi mereka yang berusaha untuk mendapatkan bantuan.
Ketua Posko Rakyat di Bener Meriah, Mahlizar, mengungkapkan bahwa banyak pejalan kaki merasa kelelahan dan beberapa bahkan mengalami masalah kesehatan akibat perjalanan yang sulit ini. Dengan medan jalan setapak yang dipenuhi lumpur, akses semakin sulit dilalui.
Urgensi Kehadiran Tenaga Medis di Daerah Terisolir
Mahlizar menekankan pentingnya pendirian posko medis di daerah tersebut. Hal ini sangat diperlukan untuk menangani warga yang kelelahan akibat perjalanan jauh untuk mendapatkan kebutuhan dasar.
“Kami mengajak pihak-pihak terkait untuk segera mendirikan posko kesehatan di sana,” kata Mahlizar. Banyak warga yang mengalami kelelahan ekstrem, dan kehadiran tenaga medis dapat membantu memastikan kesehatan mereka terjaga.
Hingga pertengahan Desember, meskipun upaya perbaikan telah dilakukan, jalan yang baru dibuka masih dalam kondisi lembab dan sulit dilalui. Ini memberikan tantangan tambahan bagi warga untuk mendapatkan akses yang lebih baik.
Perjuangan Masyarakat dalam Mendapatkan Kebutuhan Pokok
Banyak warga memilih untuk berjalan kaki ke Aceh Utara meskipun dalam kondisi yang melelahkan. Mereka sangat bergantung pada keberadaan bahan pokok untuk bertahan hidup setelah bencana ini.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga mengakui situasi ini, dan upaya penyewaan jasa kuli panggul dilakukan untuk membawa pasokan BBM melalui jalur darat. Hal ini penting untuk memastikan alat berat dapat digunakan dalam pembukaan akses jalan yang terputus.
Ilham Abdi, Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, menambahkan bahwa selama dua pekan terakhir, bantuan BBM belum diterima. Oleh karena itu, masyarakat harus proaktif dalam mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Keberanian Warga dalam Menghadapi Kesulitan Pasca Banjir
Meskipun menghadapi berbagai rintangan, warga tak putus asa dalam berjuang memenuhi kebutuhan mereka. Tekad mereka untuk mendapatkan bahan makanan dan energi menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat dalam menghadapi krisis.
Pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana memerlukan waktu dan usaha yang tidak sedikit. Namun, masyarakat tetap optimis bahwa keadaan akan membaik dan akses akan terbuka kembali secepatnya.
Selama ini, mereka terus saling mendukung, mendorong satu sama lain untuk bertahan hingga situasi membaik. Situasi sulit ini menuntut pengorbanan besar, tetapi semangat mereka untuk saling membantu tetap terjaga.








